Kategori Artikel
Selasa, 06 November 2007
Merdam Marah Tips
DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).
Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat.
Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan:
1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).
2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).
3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).
4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).
5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)
Senin, 22 Oktober 2007
Tips Memilih KTA
PADA masa sulit akhir-akhir ini, kredit tanpa agunan (KTA) banyak dilirik masyarakat. Embel-embel tanpa agunan menjadi magnet debitur untuk menggaet nasabahnya seolah-olah produk ini pro-rakyat miskin, atau menjadi alternatif permodalan bagi pengusaha kelas bawah yang tidak punya agunan atau jaminan.
Akan tetapi, dalam beberapa hal, produk ini patut diwaspadai, apalagi jika yang mengeluarkan produk itu bukan (non) perbankan. Bila terjadi kemacetan angsuran, calon nasabah bisa terbelit utang dengan bunga yang teramat mencekik seperti rentenir. Ujung-ujungnya nasabah/kreditur jadi korban bulan-bulanan penagih. Bukan mustahil pula terjadi adu fisik antara penagih dan kreditur.
Akhir-akhir ini lembaga non-perbankan sering mempromosikan dirinya menjadi lembaga kredit tanpa agunan yang mudah dan dananya bisa cair dalam tempo singkat yakni 3 hari saja. Paling lama 1 minggu. Syarat yang mesti disediakan tentu saja mudah yakni KTP suami istri, KK, rekening listrik/telepon, PBB dan rekening tabungan di bank. Jumlah kredit yang bisa diperoleh mulai Rp 1 juta hingga Rp 10 juta.
Tentu saja masyarakat (terutama yang berpola hidup konsumtif) langsung tergiur. Mereka menyediakan persyaratan itu kemudian diminta datang ke kantor KTA yang bersangkutan. Setelah mengisi dan menandatangani formulir, calon kreditur diharuskan membayar uang administrasi antara Rp 35.000 sampai dengan Rp 50.000.
Jika ternyata kreditnya ditolak, uang administrasi ini memang bisa diambil kembali namun setelah dipotong ongkos survei Rp 15.000,00. Jadi, biaya survei ke rumah calon nasabah ditanggung sendiri oleh calon nasabah. Pengusaha KTA sama sekali tidak mengeluarkan biaya operasional. Dari satu segi ini saja calon nasabah sudah dirugikan.
Jika calon nasabah membayar Rp 35.000,00 maka yang dikembalikan Rp 20.000,00. Sisa uang itu harus diambil sendiri oleh calon nasabah dan tidak bisa diwakilkan. Tentu saja, bagi calon nasabah yang bertempat tinggal jauh dari kantor KTA, sisa uang administrasi itu malas diambil karena habis dipakai ongkos bolak-balik.
Padahal, jika tidak diambil dalam waktu sebulan, sisa uang administrasi itu hangus alias menjadi milik pengusaha KTA non-perbankan itu. Artinya, sisa uang administrasi merupakan peluang keuntungan bagi pengusaha KTA. Jumlahnya bukan mustahil melimpah, karena masyarakat calon nasabah yang mengajukan KTA tentu saja tidak sedikit. Sampai tahap ini saja, pengusaha KTA sudah memperoleh untung dua kali. Padahal proses KTA baru tahap awal yang sangat prematur.
Kalau pun nanti KTA disetujui, pengusaha KTA sudah memotong angsuran pertama pada saat uang KTA dicairkan. Inilah kerugian yang ketiga bagi nasabah. Karena, pengusaha KTA bukan saja sudah memperoleh kembali uang pokok pinjaman melainkan juga bunganya sekaligus. Padahal tenor angsuran paling lama 6 bulan. Artinya, nasabah masih mencicil 5 kali lagi dengan bunga yang sangat mencekik yakni antara 8 hingga 10 persen per bulan!
Per enam bulan, nasabah dikenakan bunga 60 persen! Jika pinjam Rp 5 juta maka uang yang harus dikembalikan Rp 8 juta, bahkan ada yang hampir Rp 9 juta. Padahal uang kredit yang diterima nasabah tidak utuh Rp 5 juta melainkan hanya Rp 4 juta karena sudah dipotong angsuran pertama (pokok+bunga). Ini adalah tindakan nyata rentenir.
**
TINGGINYA bunga dan sempitnya masa tenor, dijadikan dalih oleh para pengusaha KTA non-perbankan sebagai tindakan penyelamatan modal. Jika terjadi kemacetan angsuran maka pengusaha KTA tidak terlampau dirugikan. Dalih pengusaha yang paling jitu adalah : KTA rawan macet dan tanpa agunan, sehingga jika macet, tidak ada harta nasabah yang patut disita.
Akan tetapi, kenapa saat ini banyak lembaga non-perbankan yang beralih menjadi pengusaha KTA? Jika tidak menguntungkan, tentu saja tak mungkin mereka tumbuh dan ada di beberapa tempat serta mempromosikan diri terus menerus di media massa.
Pengusaha KTA non-perbankan ada yang berkedok sebagai pengusaha kredit elektronik dan emas. Nasabah yang akan mengajukan KTA, di-"plesetkan" seolah-olah membeli barang elektronik atau emas yang dijual kembali kepada pengusaha KTA tersebut.
Jadi, transaksinya dalam bentuk barang, sedangkan yang diterima berbentuk uang. Dari segi hukum formal, tentu saja pengusaha KTA tidak akan bisa diusut dengan menggunakan KUHP. Mereka aman.
Selain itu ada pula pengusaha yang terang-terangan membuka KTA dengan transaksi langsung dalam bentuk uang. Bunganya diturunkan sedikit, yakni tidak 8 sampai 10%/bulan melainkan "hanya" 6%/bulan. Akan tetapi, calon nasabah diharuskan membayar biaya administrasi yang agak tinggi yakni Rp 100.000,00 dan membayar angsuran pertama!. Jadi, sebelum transaksi KTA disetujui, nasabah justru harus menyetor angsuran pertama ke perusahaan KTA dengan dalih sebagai jaminan.
Uang administrasi dan angsuran pertama itu, konon sebagai jaminan kredibilitas nasabah. Uang ini bisa diambil kembali oleh nasabah jika KTA-nya tidak disetujui. Contoh, jika nasabah mengajukan KTA Rp 10 juta, maka ia terlebih dahulu harus menyetor angsuran pertama Rp 1,2 juta dan Rp 100.000,00. Uang ini akan mengendap sekurang-kurangnya 10 hari pada rekening pengusaha KTA yang tentu saja bisa menghasilkan keuntungan. Apalagi jika pengusaha itu mendapat fasilitas bunga harian dari bank tempatnya membuka rekening.
Dalam kondisi perekonomian Indonesia yang masih amburadul di tingkat menengah ke bawah sekarang ini, niat masyarakat mengambil kredit tanpa agunan tentu saja besar. Umumnya, mereka tidak terlampau memperhitungkan risiko sebagaimana dituturkan di atas, terutama sangat tingginya suku bunga. Yang penting, mereka dapat uang pinjaman untuk kelangsungan hidup sehari-hari.
Itulah sebabnya, mengambil KTA (apalagi non-perbankan) haruslah ditempuh dengan sebijaksana mungkin. Pertama, hendaknya tidak mengambil dalam jumlah tinggi, maksimal Rp 5 juta agar angsurannya tidak terlampau berat. Kedua, gunakan untuk keperluan yang amat mendesak. Ketiga, jika ingin dipakai untuk modal usaha hendaknya benar-benar diperhitungkan dengan usaha yang akan dilakukan.
Beralasan sebab dengan bunga KTA 8 sampai 10 persen per bulan, berarti harus ada usaha yang menghasilkan bunga sekurang-kurangnya 12% per bulan. Jangankan masa sekarang, zaman Orde Baru pun rasanya sangat sulit membuka usaha dengan keuntungan sebesar itu per bulan. Jadi, kalau tidak perlu sekali, lebih baik jangan mengambil KTA. (Dadang Bainur)
Senin, 15 Oktober 2007
Stress Dan Dampaknya Pada Kesehatan Jiwa
Jakarta - Tak ada yang dapat menghindari stres dalam kehidupan. Namun yang penting bagaiman Anda mengadapi stres tanpa terkena dampak yang merugikan. Apa dampak stres? |
Sumber: detikcom |
Kamis, 11 Oktober 2007
awas pembiusan
Liputan6.com, Jakarta: Kejahatan dengan modus pembiusan seolah tidak dapat dihentikan. Dari waktu ke waktu para korban pembiusan berjatuhan. Sebaliknya hanya sedikit terdengar tentang penangkapan pelaku pembiusan. Mereka sulit dilacak dan diawasi.
Pelaku biasanya menggunakan makanan atau minuman sebagai media untuk membius korban. Aksi ini biasanya terjadi di stasiun, terminal, pelabuhan, dan bandara. Bahkan juga di hotel. Dengan kata lain, ruang gerak pembius semakin tak tersentuh tangan polisi.
Beragam jenis obat bius digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya. Di antaranya benzodiazepin obat penenang seperti nipam, BK, mogadon. lexotan, dan CTM. Bahayanya, pelaku meracik semua obat secara tak terukur. Padahal bagi yang sering memakai saja masih membuat keliyengan apalagi yang belum sama sekali.
Kini pada musim mudik Lebaran, komplotan pembius tentu berkeliaran di sejumlah terminal dan stasiun mencari mangsa. Para pelaku biasanya menggunakan makanan atau minuman sebagai media pembiusan. Bahkan buah-buahan pun kini bisa dijadikan sarananya.
Pengalaman pahit beberapa tahun lalu menimpa Ferry masih terekam jelas dalam benaknya. Ketika itu, dia hendak menikmati liburan di Kota Bandung, Jawa Barat. Dia tidak menduga perkenalannya dengan seorang pemuda sesama penumpang bus justru menuai bencana.
Tutur kata manis dan kepiawaian pelaku membawa arah pembicaraan mampu melunturkan kecurigaan. Dalam suatu kesempatan, pelaku menawarkan bekal yang dibawanya. Dalam hitungan menit, Ferry pun langsung tertidur pulas. Ferry tak sadarkan diri hingga dua hari.
Ferry juga baru menyadari bila dia ternyata ditemukan orang dan membawanya kembali ke Jakarta. Barang-barang di dalam tas raib tidak berbekas, termasuk berkas hasil kerja Ferry yang rencananya akan dia sempurnakan dan serahkan kepada bos pada keesokan harinya.
Kejadian serupa menimpa Ahmad Sahal. Pelajar ini harus dirawat di rumah sakit setelah sekitar pukul 01.00 WIB malam ditemukan tergeletak di pinggir jalan di kawasan Cawang, Jakarta Timur. Beruntung, ada sopir yang berbaik hati dan membawanya ke rumah sakit.
Warga Blok M, Jakarta Selatan yang akan mudik ke Lampung juga menjadi korban pembiusan. Korban yang masih dalam kondisi setengah sadar langsung dilarikan ke rumah sakit. Saat ditemukan, pemuda ini tengah tergeletak di Terminal Merak, Banten.
Hasil pemeriksaan tim medis korban dibius dengan dosis tinggi sehingga pingsan cukup lama. Tak berbeda dengan korban lain, seluruh uang dan barang bawaan korban raib tak bersisa.
Berikut ini adalah tips agar tidak menjadi korban pembiusan. Sambut ajakan berbicara penumpang yang baru dikenal seperlunya. Tolak dengan halus makanan dan minuman yang ditawarkan. Ada baiknya membawa bekal sendiri. Lakukan perjalanan dengan teman dan pertimbangkan jam perjalanan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan, besar harapan merayakan hari kemenangan bersama keluarga di kampung halaman setelah sebulan penuh berpuasa. Selain itu oleh-oleh dan harta benda pun tidak berpindah tangan ke penjahat.(JUM/Winny Arnold dan Kurnia Supriyatna)
Tips Tidur saat mudik
Tidur Nyenyak Modal Utama Mudik Nyaman

KapanLagi.com - Tidak lama lagi Lebaran sudah tiba itu juga berarti liburan panjang pun datang. Momen ini, terutama di Indonesia, selalu diikuti dengan suatu rutinitas yang bernama mudik. Yang namanya mudik pasti identik dengan melakukan perjalanan jauh. Nah, karena memakan waktu yang begitu lama maka dibutuhkan pula kondisi badan yang prima. Salah satu modal untuk itu adalah tidur nyenyak di malam sebelum kita paginya mulai melakukan perjalanan jauh tersebut.
Dengan tidur nyenyak maka kitapun dapat memulai perjalan dengan stamina dan konsentrasi yang prima. Namun apa jadinya ketika kita malah tidak bisa tidur padahal hari sudah semakin larut. Terbayang sudah bagaimana besok paginya. Bagi yang mengemudikan kendaraan, pasti rasa capek akan cepat muncul. Bahkan yang lebih parah lagi, saat mengemudi tiba-tiba semua terlihat seperti kasur dan bantal alias mengantuk! Tentu bahaya sekali hal ini. Bagi yang tidak mengemudipun, kondisi tidur tidak nyenyak ini akan membuat kondisi badan mereka mudah drop yang membuat rentan terserang penyakit.
Jadi tidak ada jalan lain selain memang harus tidur yang cukup dan nyenyak di malam sebelum berangkat mudik. Pastikan tidur anda akan nyenyak dengan tips ringan berikut ini:
1. Satu jam sebelum waktu tidur Anda usahakan hanya melakukan kegiatan-kegiatan santai. Menonton berita-berita menegangkan atau membalas email tidak termasuk dalam hal ini! Lebih baik Anda membaca buku secara santai atau mendengarkan musik yang berirama lembut. Untuk rutinitas seksual, beberapa orang mengatakan dengan melakukannya akan membuat mereka terjaga dan susah tidur setelahnya. Jadi perhatikan hal ini, atur agar tidak terlalu dekat dengan waktu tidur Anda.
2. Jika pikiran Anda sudah rileks tapi badan Anda masih terasa tegang, lakukan beberapa pemanasan dan latihan ringan untuk me-rileks-kan otot-otot Anda, khususnya yang ada di bagian atas badan, leher dan bahu. Sebelum Anda tidur, gunakan beban berbobot ringan (3-5 pon untuk wanita, 5-10 pon untuk laki-laki) untuk secara ringan menggerakkan otot-otot ini. Lakukan dalam setiap setnya 8-10 kali gerakan latihan dasar untuk setiap otot bagian atas badan. Kita dapat menyebutnya ini "Pemijatan Otomatis".
3. Aturlah waktu makan malam Anda, setidaknya 3 jam sebelum waktu tidur Anda. Otak tidak akan tidur dalam keadaan perut yang penuh. Jika Anda tahu hari Anda akan sibuk, usahakan makan kenyang saat makan siang dan cukup makan ringan sesore mungkin untuk makan malamnya. Jika ternyata Anda tiba-tiba merasa lapar sebelum waktu tidur, coba kue batangan berprotein tinggi (tanpa coklat) untuk camilan Anda sebelum tidur.
Selamat tidur nyenyak dan semoga mudik Anda menyenangkan! (rdig/cax)
diambil dari (kapanlagi)
Selasa, 09 Oktober 2007
Tips Sehat Untuk Perempuan
![]() |
| Stop Merokok |
Namun kesehatan dapat dijaga sepanjang kita mau berusaha.Tak usah mencari-cari literatur bagaimana menjalani hidup lebih sehat. Kami sudah merangkumnya untuk Anda:
1. Stop Merokok
Merokok adalah salah satu penyebab kematian di Amerika. Jika Anda seorang wanita perokok, risiko terserang penyakit jantung dan kanker akan besar, khususnya jika Anda menggunakan alat kontrasepsi oral. Hati-hati terhadap asap rokok di tempat kerja atau rumah.
2. Kendalikan Berat Badan
Selain memiliki tubuh ramping yang sedap dipandang, mempertahankan berat badan (BB) mempunyai manfaat besar terhadap kesehatan. Wanita memiliki kecenderungan peningkatan tekanan darah tinggi jika berat mereka 20 pound atau di atas berat yang direkomendasikan. Selanjutnya, jika Anda terlalu gemuk, terutama di sekitar pinggang, Anda berisiko besar untuk beberapa masalah kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke. Hindari terlalu banyak makan karbohidrat, gula dan makanan berlemak.
3. Jaga Kadar Kolesterol
Kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko terbesar terserang penyakit jantung dan secara tidak langsung meningkatkan risiko stroke. Menurut Persatuan Jantung Amerika Serikat, seorang wanita pada usia 55 tahun kecenderungan kolesterol akan lebih tinggi dibanding pria.
![]() |
| Rutin Olahraga |
Banyak-banyak konsumsi makanan kaya serat, misalnya sayur dan buah dengan kandungan kolesterol rendah. Beberapa penelitian menegaskan suatu hubungan antara makan sayur-sayuran dengan berkurangnya risiko kanker. Fokus pada bermacam-macam sayuran segar seperti sayuran berdaun hijau, labu kuning, wortel, brukoli, tomat, bawang putih dan bawang bakung, tak usah picky. Semua ini akan baik untuk Anda.
5. Kurangi Lemak
Rekomendasi pengaturan diet adalah untuk menurunkan jumlah lemak yang ada sampai 30% dari kalori. Sumber lemak adalah keju atau margarin, minyak goreng, daging dan semua produk-produk susu. Jika Anda memakai minyak, pakailah minyak zaitun. Jangan sama sekali menghindari lemak, karena zat ini dibutuhkan tubuh.
6. Istirahat
Sangat penting bagi tubuh untuk rileks. Anda dapat melakukan beberapa cara seperti meditasi, bernapas yang panjang, jalan kaki atau bahkan hanya sekadar membaca buku yang disukai.
![]() |
| Konsumsi Sayur |
Olahraga dapat menolong Anda hidup lebih sehat, dan bahkan hidup Anda akan lebih produktif. Penelitian baru-baru ini mengindikasikan bahwa perubahan yang sederhana dalam rutinitas hidup Anda sehari-hari akan menguntungkan untuk kesehatan. cobalah parkir mobil Anda agak jauh dan berjalanlah menuju ruangan, naik tangga lebih baik ketimbang bergantung pada lift. Usahakan untuk selalu bergerak.
8. Tes Pap Smear Secara Teratur
Tes ini akan mendeteksi perubahan pra kanker leher rahim pada tahap awal. Terapi awal pada kondisi ini akan mencegah penyebaran kanker lebih jauh.
9. Cek Tekanan Darah
Makin tinggi tekanan darah Anda, semakin tinggi pula risiko terserang penyakit jantung. Konsultasilah dengan dokter Anda untuk membicarakan langkah yang harus diambil untuk tetap menjaga tekanan darah pada tingkat yang sehat.
10. Cek Payudara Secara Teratur
Temui dokter kandungan Anda, tanyakan padanya kapan Anda memulai mammogram secara teratur. Deteksi awal merupakan upaya pencegahan yang disarankan. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati kan ? (diambil dari rileks.com)


